Showing posts with label TERIAKAN. Show all posts
Showing posts with label TERIAKAN. Show all posts

Friday, October 16, 2009

kami bukan hanya melihat dari atas
tapi kami berdiri di atas tanah sama rata...

membangun dengan melihat dari atas, ??
membangun dengan cara pandang kita ..
melupakan perasaan banyak manusia yang berdiri diatas tanah.

entah jika nanti ..
jalan yang kulewati terus menanjak ..
apakah kami akan membangun dengan cara pandang kami yang di atas
atau ..
bertanya , memahami perasaan,
dan membangun dengan mendengarkan hati kita.. hati massa banyak
berdiri di atas tanah yang sama rata ..

atau ..
kita menjadi SOMBONG !

Monday, August 31, 2009

apakah kita tanaman merambat
membutuhkan "inang"
untuk merambat lebih tinggi

mudah juga dibasmi, namun kami mudah juga tumbuh ...

tapi kami hanya tanaman merambat,
meski juga terkadang ...
beberapa tanaman merambat membunuh "inangnya"
kt mengenalnya dengan parasit...
apapun itu, baik atau buruk..
ia bertahan hidup...

atau kami adalah tanaman keras?
menjulang tinggi ke langit ..
dari takdir ratusan biji yang dipilih tumbuh oleh alam

KAMI YANG DIPILIH TAKDIR

Friday, August 28, 2009

keteguhan mengucap kata
ketika ia berat melawan iba ..

menggenggam tangan dengan beku
melawan hamba yang menengadah palsu

seberapa keras kita menempa diri kita ..
setegar itu sekitar terbentuk..

untuk tiap langkah dimana aku selalu dapat pelajaran baru

Monday, July 20, 2009

bukan seni memimpin..
jika di tanggung jawabmu prajurit profesional, disiplin dan tangguh...

seni memimpin itu
jika tanggung jawabmu ..
segerombolan penjahat, licik, penuh intrik.
tidak mudah tunduk, dan "berdarah dingin"...

disitu seni memimpin sejati ...


@pandeglang

Sunday, March 29, 2009

28 maret 2009

ketika pengalaman keras itu mengasah pedang dalam hati--
ketika mata yang membaca menempa ingatan --
ketika telinga yang mendengar mengukir bayangan --
dengan segala kesadaran fikir kita mengerti ;
"TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN"

Wednesday, November 26, 2008

KEKUASAAN

kekuasaan tidak selalu berbanding lurus dengan struktur birokrasi ...!!

kompleksitas kekuasaan, jaringan, jangkauan kekuasaan dan jalinan sosial yang rumit membuat siapa yang paling bisa memanfaatkan situasi yang menang.

ada saatny menundukan kepala, tapi tidak jarang kita harus membusungkan dada.
-----------------------

kemarin, seorang kawan di penjara sakit keras, klinik LP tidak memadai, dia hanya dibiarkan tergeletak tak sadarkan diri.... keluarga sudah berkumpul sejak pagi di LP, hingga sore ijin cuti, untuk melakukan perawatan di RS yang lebih layak tidak keluar, semua prosedur formal sudah dilakukan, hanya jalan "uang" saja yang tidak dilakukan (bukan tidak mau ..tapi memang tidak ada..)

dari jam 10 pagi hingga 4 sore, belum ada kejelasan. terkesan dibiarkan agar keluar "pelicin". entah bagaimana tiba2 seorang kawan punya ide mengontak seorang ustad X (eks preman yang telah punya pesantren).

salah seorang dokter LP yang tahu hal tersebut berkata "ga ada hubungannya ustad X dengan LP !!" .. tapi tidak lama tiba-tiba Kalapas keluar ke ruang tunggu dan dengan gesit memerintahkan anak buahnya untuk segera menyelesaikan administrasi untuk rawat di RS.. hanya terdangar "siap komandan..siap komandan"

kurang dari stengah jam kawan yang sakit tadi sudah dipindahkan ke RS. satu nyawa selamat ...
bukan lewat jalan yang "biasa"....

Tuesday, November 11, 2008

dor


terlalu banyak yang bertuhan pada uang kapitalis

bung .. ayo berangkat, republik sudah hamil tua

senapan ini tidak boleh berkarat dan mati tua sebelum waktunya, ayo kita gunakan sekarang !!! arahkan ke kepala mereka ! pada lawan, dan pada orang yang dihatinya ada niat berkhianat
DOR !!


*cat: ih.. gw ngeri sendiri liat foto ini, pemenang pulitzer, gambar tentara "mengeksekusi" seenaknya di jalan (kl ga salah vietnam/kamboja ?). tp ni cuma ilustrasi... maap ya pemirsa

Tuesday, May 13, 2008

Kamu pahlawan dari angkatan revolusioner!
Tuntunlah massa si lapar, si miskin, si hina, si melarat, si haus itu menempuh barisan musuh
dan robohkanlah bentengnya itu,
cabut nyawanya,
patahkan tulangnya,
tanamkan tiang benderamu di atas bentengnya itu.
janganlah kamu biarkan bendera itu diturunkan atau ditukar oleh siapapun.
Lindungi bendera itu dengan bangkaimu,
nyawamu, dan tulangmu.
Itulah tempat yang selayaknya bagimu,
seorang putera Tanah Indonesia
tempat darahmu tertumpah.

(datuk ibrahim...)

Sunday, September 30, 2007

untuk kawan;di sebuah tempat-di suatu saat

bagaimana rasanya jika kita merasa dikhianati..
semalam angin membawa kabar...
seorang kawan pindah kapal lawan..
sementara moncong meriam lawan masih terus mengarah pada kami..

ada orang yang berkhianat..
mungkin itu hal biasa..
namun kalau seorang kawan berkhianat ..
ini lain cerita...

penindas makin kuat ..
rakyat makin sengsara..
negara berpihak pada siapa..

pejuang makin sulit..
yang bergabung makin sedikit..
yang ada pun memilih pergi...
bukan karena kemiskinan..
atau kekurangan..(mungkin menurutku)..

lawan selalu bisa menyediakan yang lebih besar...

sampai kapanpun godaan itu akan datang pada kami...

aku memang bukan rosul
yang mampu berdoa untuk tetap berada diantara si miskin..
tapi aku juga bukan bagian dari orang yang rela membiarkan penindasan terjadi..
apalagi menjadi bagian darinya..

salam
selamat jalan kawan..
bagaimanapun dulu engkau saudaraku..

Monday, March 26, 2007

dari poster ke senapan*

hari terus berganti...

seakan ga pernah berubah
pegang poster berteriak dengan mega phone...
melempar selebaran
membentang spanduk ..

dari jalanan..
ke depan halaman DPR..
sekali waktu sedikit nakanl di dalam gedung sidang..
saat sidang berlangsung..

makin jengah mata..
mual perut ini lihat tingkah mereka...
tak pernah puas berpura-pura duduk atas nama ..
rakyatnya...

hutan dijual ..
tanah petani digusur ..
desa bersih dibuang....

hari ini terulang lagi..
selebaran seberti bintang yang bertebaran di langit...
mulut ini sudah malas berteriaK
kami tahu mereka "tuli"...
spanduk panjang digelar....

sampai saat nanti mulut ini lelah berteriak
tangan ini malas-gontai mengangkat poster....
sampai titik jengah ini tertusuk...
poster digantikan dengan senapan
yang akan diarahkan pada kepala presiden dan anggota dewan..
teriakan ini akan digantikan ledakan ..
dari molotov sederhana ..sampai bom rakitan urea selundupan ..

jutaan orang dijalanan bukan ingin jadi pahlawan..
tapi kami dipaksa oleh rezim..
untuk jadi PEMBERONTAK.....
___________________________________
* sepulang aksi penolakan RUU Penanaman Modal di dalam DPR-RI ruang sidang komisi VI

Thursday, February 8, 2007

"foto pajangan"

kemarin ku mampir ke tempat kawan..
..sebuah lembaga pendidikan..
di ruang sekolah
ada foto guru-gurunya..foto pendiri lembaga pendidikan..
tapi bukan itu yang menarik..
ada foto seorang pejabat tinggi bersalaman dengan pempinan lembaga..
apa maksudnya..???
lembaga ini punya pejabat tersebut..?
bukan...
saudaranya...?
juga bukan..
kalaupun saudaranya si pimpinan lembaga kenapa juga di pajang di sekolah..
kan bagus di rumah atau album keluarga...
lagi-lagi kita ga tahu maksudnya...????

di sebuah warteg..
ada foto terpampang...
seseorang dengan pakaian TNI..
apa maksudnya..???
ooo...mungkin anaknya...
tapi kenapa di pajang di warung..
kenapa bukan di rumah..atau album keluarga..
kalaupun itu foto anak yang punya warteg..
kenapa ga sekalian foto bapknya..ibunya..kakaknya..adik2nya..
........


sekali waktu mampir bareng kawan
ke sebuah perusahaan yang kebetulan direktur utamanyanya omnya
di meja kerjanya terlihat foto si dirut bergandengan dengan seorang jendral ..
saat pulang kutanya pada kawan..
memang apa hubungan om lu ma jendral tu...
ga tau...
.......

di tempat lain..
hampir banyak tempat..
foto pres dan wapres mejeng di depan ruangan...
.....
yang ini jelas ga ya maksudnya..
.....

Thursday, February 1, 2007

CINTAKU PADA HUJAN
SAYANGKU DALAM PERLAWANAN


hujan tak berhenti..
banjir datang lagi..

di sudut riak-riak air..
pejuang-pejuang berusaha lahir...
mengorganisasi diri..
menjadi lebih beradi..

di tengah-tengah hujan deras..
terasa tak ada beda dengan panas...
sakit di mana-mana..

berulang kali mempersatukan diri..
berkali-kali terceri berai..
tapi bukan alasan untuk berhenti..

butuh belasan tahun untuk memulai
butuh puluhan tahun untuk bersatu
buth ratusan tahun untuk tidak takut mati
ribuan tahun lagi ank cucu kita yang duduk di "kursi" itu

kawan ini bukan sekedar soal rebut kekuasaan
ini sekedar untuk perut jutaan orang lapar
untuk milyaran orang yang kehilangan..
kami datang...meski beberapa mati menggelepar..

sayang...
kusongsong kematian..
karena aku akan hidup berkali-kali
dalam jiwa anak-anak yang tidak mengenal menyerah
dalam jiwa pemuda yang tidak egois..
aku datang..

Wednesday, December 6, 2006

Tuhan Sembilan Senti

Tuhan Sembilan Senti
Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi
perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang
tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang
tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,

di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang
merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula
merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,

kita ketularan penyakitnya.

Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di
dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap
tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan
rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC
penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al
hawwa'i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil
yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati
karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu
lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara
kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Monday, December 4, 2006

untuk (pemberontak) yang baru datang

....salah satu hal yang membahagiakan diri ini....
..ini merupakan hal yang luar biasa buat ku..
kadang rasanya melebihi jatuh cinta..
kawan...
selamat datang di kampung merah..
kampungnya pemberontak..

sangat bahagia jika lihat benih-benih perlawanan lahir..
segelintir orang yang memilih hidupnya bersama rakyat..
segelintir anak muda yang memilih melupakan huru-hara...b
erpikir untuk orang lain...
selamat saudara-saudari..b
ebaskan negeri ini.

adink, ruli, rika, dul...dll

di dalam ruang pengap rumah warga kawan belajar
...dalam berat mata kantuk.....
tuan menahan demi sebuah pengetahuan pembebasan
di hamparan alam bebas..
saudara saudari dengar materi aksi
di bibir empang ujung dusun
saudara belajar kerasnya rasa sakit..
di tengah hujan deras awal bulan desember...
..kader baru belajar tenang saat rasa takut dikejar...
meski hanya simulasi..

hari terakhir..l
angit mendung lagi..
ujian terakhir tahap awal dijalani .
.dalam keterbatasan kita harus bisa pulang..
hanya untuk meyakinkan...
bahwa.....
KITA BISA...

saat yang pertama mulai melangkah...
hujan mengikuti...
pelan tapi pasti..
aku tahu..
republik yang sakit ini..
...masih punya harapan...

kawan ini baru awal..

Peka demo 06.
bojong30 november - 3 desember 06

Tuesday, November 28, 2006

BAPAK-ku pesen..

bapak ku berpesan.. "le.. jangan seperti lilin ..menerangi orang lain..tapi dirinya sendiri mati habis." tapi...kalau ga ada yang siap jadi lilin ..DUNIA INI GA PERNAH TERANG !!!!

selalu harus ada yang dikorbankan..besar, kecil, tetapi dunia harus berubah..mati soal waktu, kaya soal cara..tapi bahwa keadaan harus lebih baik suatu keharusan.

mungkin bukan sekarang..Muhammad juga mati sebelum Islam sampai tanah Indonesia, Budha mungkin juga tidak pernah bermimpi menjadi salah satu ajaran besar. Marx mungkin juga tidak pernah membayangkan das kapitalnya masih menjadi "kitab suci" sebagian umat manusia belahan bumi ini..

tidak ada yang pernah bermimpi..

bahwa takdir di tentukan seberapa keras kita berjuang ..

yang penting kita tetap bahagia..
JANGAN PERNAH BERHENTI !!!

Thursday, November 23, 2006

gelap

dunia ini hitam....
banyak yang menangis..
banyak yang lapar...
sisanya pura pura buta ...
ada pemberontakan di sana...
ditemani "satu" cinta